Tiang PLN Berdiri di Tengah Rumah, Warganet Sindir: Pasang Seenaknya, Pindahnya Minta Puluhan Juta
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com — Sebuah foto yang memperlihatkan tiang listrik berdiri sangat dekat dengan bangunan rumah di Bali mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan yang dibagikan akun bernama “Republik Dagelan” itu memantik gelombang komentar pedas dari warganet terkait pelayanan dan penataan infrastruktur kelistrikan.
Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat bernada sindiran, “Pasangnya mah suka-suka, giliran suruh pindah eh minta 25 juta.” Narasi itu langsung memicu reaksi publik dan menjadi bahan diskusi luas di jagat maya.
Banyak netizen menilai persoalan keberadaan tiang listrik yang dianggap mengganggu akses maupun estetika rumah warga seharusnya mendapat solusi yang lebih bijak. Namun biaya pemindahan yang disebut mencapai puluhan juta rupiah justru memunculkan rasa keberatan di tengah masyarakat.
Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian berbunyi, “Nanti pas mereka pindahin tiang, mintain ganti rugi seharga rumah pak.” Komentar tersebut dianggap mewakili keresahan warga yang merasa posisi tiang listrik terkadang justru merugikan pemilik lahan maupun bangunan.
Tak hanya soal biaya pemindahan, perdebatan juga merembet pada pelayanan pemasangan listrik baru. Seorang warganet lainnya mempertanyakan apakah masyarakat yang mengajukan pemasangan aliran listrik akan tetap dilayani dengan baik apabila terjadi perselisihan terkait pemindahan tiang.
“Ada masalah lain lagi, seandainya pemilik rumah pesan aliran listrik, apakah pihak PLN merespons atau malah dicuekin?” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.
Percakapan di media sosial itu memperlihatkan bagaimana isu pelayanan publik, khususnya menyangkut utilitas dasar seperti listrik, sangat sensitif di tengah masyarakat. Selain menyangkut kebutuhan vital, persoalan tersebut juga berkaitan dengan hak warga atas kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Di sisi lain, sejumlah netizen juga mengingatkan bahwa penempatan tiang listrik biasanya telah melalui proses teknis dan regulasi tertentu. Namun masyarakat berharap komunikasi antara penyedia layanan dan warga dapat dilakukan lebih terbuka agar tidak menimbulkan kesan sepihak.
Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai berbagai tanggapan dan menjadi sorotan publik, terutama terkait pentingnya penataan infrastruktur yang memperhatikan aspek keselamatan, estetika lingkungan, serta kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar