Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, DR (C) I Made Supartha, Ajak Masyarakat Maknai Galungan dan Kuningan dengan Semangat Dharma
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momentum suci bagi umat Hindu untuk memperingati kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan). Perayaan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 untuk Galungan dan Sabtu, 27 Juni 2026 untuk Kuningan ini menjadi pengingat penting akan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam semangat hari suci tersebut, DR (C) I Made Supartha, SH., MH, selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu yang merayakan Galungan dan Kuningan.
Ia berharap momentum sakral ini menjadi sarana untuk memperkuat keimanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menumbuhkan semangat menjaga keharmonisan kehidupan berdasarkan filosofi Tri Hita Karana, yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
“Hari Raya Galungan dan Kuningan bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kejujuran, ketulusan, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kemenangan Dharma senantiasa menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman budaya dan adat istiadat Bali merupakan kekayaan yang harus terus dijaga bersama. Tradisi pemasangan penjor, persembahyangan di pura, hingga pelaksanaan berbagai upacara adat mencerminkan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas Pulau Dewata.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Galungan dan Kuningan sebagai momentum mempererat persatuan serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Bali yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
“Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kerahayuan, kesehatan, kedamaian, serta kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Bali. Mari bersama menjaga persaudaraan, merawat budaya, dan terus mengedepankan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Perayaan Galungan dan Kuningan di Bali identik dengan hadirnya penjor yang berjajar di sepanjang jalan, iringan doa di pura-pura, serta suasana religius yang mencerminkan rasa syukur atas berkah kehidupan. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol kemenangan Dharma, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya Bali yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Di penghujung ucapannya, DR (C) I Made Supartha, SH., MH menyampaikan doa agar Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun 2026 membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Rahajeng Rahina Suci Galungan lan Kuningan. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa ngicenin kerahayuan, kerahajengan, kesehatan, kedamaian, lan kerahayuan ring jagat Bali miwah Indonesia. Dharma Siddhi Astu.”
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar