Sate Laut Khas Pesinggahan Hadir di PKB 2026, Anak Muda Klungkung Kenalkan Warisan Rasa Pesisir Klungkung
- account_circle admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menjadi panggung bagi kekayaan kuliner tradisional Bali yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satunya hadir melalui Kedai Soeltan by Pawon Mesari yang membawa cita rasa khas pesisir Kabupaten Klungkung melalui menu andalannya, Sate Laut Khas Pesinggahan.
Di balik hadirnya Kedai Soeltan, terdapat sosok anak muda Klungkung,I Gede Arya Nata Wijaya, yang ingin memperkenalkan potensi kuliner daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Gede Arya, keikutsertaannya dalam PKB bukan hanya tentang menghadirkan sebuah usaha kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan kembali kekayaan rasa yang tumbuh dari kehidupan masyarakat pesisir.
“Sate laut ini bukan hanya sekadar makanan. Bagi kami di Pesinggahan, ini adalah bagian dari cerita masyarakat pesisir. Dari hasil laut, dari dapur keluarga, dan dari resep yang terus dijaga turun-temurun,” ujar Gede Arya.
Sate Laut Khas Pesinggahan memiliki karakter berbeda dengan sate pada umumnya. Menggunakan bahan utama ikan laut segar, olahan ini dipadukan dengan bumbu khas Bali sehingga menghadirkan cita rasa gurih, kaya rempah, dan aroma bakaran yang menjadi ciri khas kuliner pesisir.
Melalui Kedai Soeltan, Gede Arya mencoba menghadirkan pengalaman menikmati kuliner lokal dengan konsep yang tetap mempertahankan nuansa tradisional Bali. Mulai dari penyajian menggunakan unsur alami, konsep dekorasi bernuansa pesisir, hingga membawa cerita tentang kehidupan nelayan dan kekayaan laut Klungkung.
Tidak berhenti pada sate laut, Kedai Soeltan juga mulai memperkenalkan kuliner khas pesisir lainnya, salah satunya Opokan Pesisir, olahan ikan laut berbumbu basa genep khas Bali yang dibungkus daun pisang kemudian dibakar hingga menghasilkan aroma khas.
“Harapannya Kedai Soeltan bisa menjadi ruang kecil untuk mengenalkan bahwa Klungkung memiliki banyak kekayaan kuliner, terutama dari wilayah pesisir. Banyak rasa lokal yang sebenarnya punya cerita besar di baliknya,” tambahnya.
Kehadiran Kedai Soeltan di PKB 2026 juga mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung. Pada awal pembukaan, sejumlah tamu undangan turut berkesempatan mencicipi langsung cita rasa pesisir yang dibawa dari Desa Pesinggahan tersebut.
Gede Arya berharap ke depan kuliner tradisional Bali, khususnya dari daerah pesisir, dapat semakin dikenal oleh generasi muda dan masyarakat luas.
“Kami hanya memulai dari hal kecil, membawa rasa dari kampung halaman. Semoga dari PKB ini semakin banyak orang mengenal cerita dan rasa dari pesisir Pesinggahan,” tutup Gede Arya.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar