Acharya Balkrishna, Dr. Somvir, dan Prof. IGN Sudiana Teken MoU Bersejarah Bali–India di Bidang Yoga dan Kesehatan

DENPASAR, Matakompas.com – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama dengan University of Patanjali India dalam bidang yoga, riset, penelitian, pertukaran mahasiswa hingga pengembangan Ayur Weda.
Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dengan
Wakil Rektor University of Patanjali, Dr. Acharya Balkrishna yang didampingi Ketua Fraksi NasDem-Demokrat DPRD Provinsi Bali di Gedung Nakula Sthana Fakultas Brahma Widya UHN Sugriwa, Kamis, 4 Juni 2026.
Pertemuan ini difokuskan pada pengembangan riset dan penelitian yoga berbasis ilmu pengetahuan dan sastra Hindu. Apalagi, tokoh yoga dunia Swami Ramdev dikenal sangat mendukung pengembangan yoga berbasis kajian ilmiah.
Dalam sambutannya, Prof. IGN Sudiana menjelaskan bahwa UHN I Gusti Bagus Sugriwa merupakan satu-satunya Universitas Hindu Negeri di Indonesia.
“Kita baru punya satu Universitas Hindu Negeri sedangkan Islam sudah memiliki lebih dari 40 universitas,” kata Prof. IGN. Sudiana.
Prof. IGN. Sudiana menyebut UHN Sugriwa merupakan hadiah dari Presiden Joko Widodo dengan capaian akreditasi nasional unggul serta memiliki 12 program studi unggulan dari total 25 program studi.
Menurutnya, UHN Sugriwa memiliki visi yang sejalan dengan Patanjali University, khususnya dalam pengembangan pendidikan berbasis Hindu dan ilmu umum.
“Salah satu praktek dari teori yoga seperti yang dipentaskan tadi oleh anak-anak kita,” paparnya.
Prof. IGN. Sudiana menjelaskan, Program Studi Yoga Kesehatan di kampus tersebut memadukan Yoga Patanjali dengan Yoga Bali Kuno sebagai ciri khas pengembangan keilmuan di Bali.
Selain membahas akademik, Prof. IGN Sudiana juga menyampaikan kebutuhan pembangunan Yoga Center di lingkungan kampus yang hingga kini belum selesai dibangun.
“Kalau Beliau mau dicantumkan namanya di bangunan yang Beliau akan sumbang, kita akan bangun di Bali untuk mengabadikan namanya Beliau, misalnya Patanjali Yoga Center UHN I Gusti Bagus Sugriwa,” ujarnya.
Pihaknya juga menyambut tawaran kompetisi yoga internasional antara University of Patanjali India dan UHN Sugriwa yang direncanakan berlangsung tahun depan.
“Kami sangat menyambut tawaran Bapak Wakil Rektor University of Patanjali India untuk tahun depan kita laksanakan Kompetisi Yoga antara Patanjali University dan UHN I Gusti Bagus Sugriwa,” kata Prof. IGN. Sudiana.
Prof. IGN. Sudiana juga mengapresiasi kontribusi Acharya Balkrishna yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan pendidikan yoga di tingkat internasional.
“Kita sangat berbangga, karena Bapak Wakil Rektor University of Patanjali India sangat murah hati dan saya baca riwayat hidupnya, Beliau salah satu orang penulis terkaya di dunia,” jelasnya.
Sementara itu,
Wakil Rektor University of Patanjali, Dr. Acharya Balkrishna mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari civitas akademika UHN Sugriwa, termasuk penampilan yoga dan tari Bali yang ditampilkan mahasiswa.
“Seperti tadi saya sangat senang melihat atraksi yoga termasuk tari Bali, mudah-mudahan University of Patanjali India bisa bekerjasama dengan UHN I Gusti Bagus Sugriwa,” kata Acharya Balkrishna.
Terkait pembangunan Yoga Center, Acharya Balkrishna mengusulkan nama pusat yoga tersebut menggunakan nama guru spiritual terkenal dari India.
“Nanti kami akan kirim buku-buku yoga, sehingga mahasiswa disini bisa belajar dan Beliau ingin kerjasama pertukaran mahasiswa dosen disini bisa datang ke India dan orang India bisa kesini untuk penelitian,” terangnya.
Dalam kerja sama tersebut, kedua universitas juga membuka peluang pertukaran mahasiswa dan dosen untuk jenjang S3 antara Bali dan India.
Acharya Balkrishna menilai Bali memiliki kehidupan Hindu yang sangat kuat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Walaupun di India sebagai Pusat Agama Hindu, tetapi setelah Beliau lihat di Bali itu sangat kagum dan melihat bahwa Agama Hindu yang nyata sebenarnya itu bisa dilihat di Bali dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.
Acharya Balkrishna juga menambahkan akar budaya Bali dan India memiliki kesamaan yang kuat sehingga kerja sama kedua institusi diyakini dapat berkembang positif di masa mendatang.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan University of Patanjali India.
“Apa yang tadi MOU sudah ditandatangani dengan gembira dan semangat. mereka juga dari pihak University of Patanjali India juga akan kerja dengan penuh semangat, sehingga cepat terwujud ini,” terangnya.
Kedepan, kedua kampus akan fokus mengembangkan riset bersama di bidang yoga, kesehatan, Ayur Weda, hingga pengobatan tradisional untuk kepentingan masyarakat dunia.
Patut diketahui, bahwa
Acharya Balkrishna adalah seorang tokoh spiritual, ahli Ayurveda, dan salah satu pendiri serta CEO perusahaan produk kesehatan asal India, Patanjali Ayurved. la dikenal sebagai rekan dekat guru yoga Baba Ramdev, dan sangat dihormati atas dedikasinya dalam mempopulerkan pengobatan tradisional Hindu di seluruh dunia.
Bahkan, Acharya Balkrishna juga terkenal sebagai Pakar Ayurveda, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang tumbuh-tumbuhan herbal, Sansekerta, dan kitab Weda.
Acharya Balkrishna mendedikasikan hidupnya untuk meneliti dan menguji berbagai tanaman obat untuk pengobatan alami.
Kemudian, Acharya Balkrishna bersama Baba Ramdev membangun Patanjali Ayurved pada tahun 2006, yang kini menjadi salah satu perusahaan barang konsumen (FMCG) terbesar di India.
Acharya Balkrishna memegang sebagian besar kepemilikan saham dan mengelola operasional perusahaan tersebut.
Untuk pengaruh Global berkat keahliannya, Acharya Balkrishna sering disebut sebagai Acharya (yang berarti Guru) dan telah menulis berbagai buku tentang kesehatan serta pengobatan Ayurveda.
Berdasarkan laporan, Acharya Balkrishna termasuk sosok miliarder kekayaan bersihnya mencapai miliaran dolar AS dan menjadikannya salah satu pengusaha paling berpengaruh di India.
Disisi lain, Koordinator Pusat Kerjasama UHN Sugriwa, Prof. Purnamawati menyebut kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan ilmu kesehatan berbasis Hindu dan sains modern.
“Apalagi, itu sudah sains. Jadi, kita bisa bertemu di Sains, karena Hindu memiliki akar yang sama dan nanti akan menjadi hal yang bagus dalam bidang kesehatan, yoga dan ilmu pengetahuan,” kata Prof. Purnamawati.
Prof. Purnamawati menjelaskan UHN Sugriwa juga telah mengembangkan pembelajaran Ayur Weda dan Usada Bali melalui Program Yoga Kesehatan.
“Jadi, disini sudah diajarkan Ayur Weda di Yoga Kesehatan. Kemudian, disini juga ada Weda diajarkan dari Smerti, Sruti serta Upanisad,” ujarnya.
Prof. Purnamawati berharap kolaborasi dengan University of Patanjali India dapat memperkuat penelitian pengobatan tradisional berbasis Usada Bali dan Ayur Weda untuk kepentingan kesehatan global.
“Di bidang itu kita bisa kerjasama pengobatan tradisional dan itu untuk kepentingan seluruh umat manusia di dunia, karena dalam kesehatan khan bukan hanya Hindu, tapi milik semua umat manusia,” pungkasnya.




