Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi Guru, SD Model Al-Azhar Gelar Pelatihan Literasi Digital

MEDAN – MATAKOMPAS.COM – Guna tingkatkan kompetensi abad 21, SD Swasta Model Al-Azhar Medan melaksanakan Pelatihan Literasi Digital bagi Guru. Pelatihan ini sekaligus menandai pencanangan gerakan literasi digital di SD Swasta Model Al-Azhar.

Pelatihan ini digelar selama dua hari, Jum’at-Sabtu (10-11/12/2021) di Aula SD Model Al-Azhar Jl. Pintu Air IV, Kwala Bekala, Medan Johor, Medan.

Menurut Kepala Sekolah SD Model Al-Azhar Ir Eriza Dahliana, M.Si, pelatihan literasi digital ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Sekolah Penggerak, dengan tujuan meningkatkan ketrampilan digital bagi para guru, sehingga bisa digunakan dalam pembelajaran di sekolah.

“Sekarang ini abad 21, kompetensi guru harus ditingkatkan sesuai dengan skill dan kompetensi abad 21 ini. Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat harus kita imbangi dengan peningkatan kapasitas guru. Ini seiring dengan pengembangan program sekolah penggerak yang telah dikembangkan oleh Kemendikbud”, ungkap Eriza.

Lanjut Eriza, ketrampilan literasi digital ini mutlak harus dimiliki oleh guru, dan kita akan terapkan dalam manajemen dan pembelajaran di sekolah.

“Ketrampilan literasi digital ini harus kita kuasai, guru-gurunya yang mengusai, dan kita harus kembangkan di sekolah, bila tidak kita akan menjadi sekolah yang akan tertinggal kedepan”, ungkap Kepsek yang energik dan penuh prestasi ini.

Pelatihan ini mengundanmenghadirkan narasumber Agus Marwan S.IP M.SP Sekjend Forum Masyarakat Literasi Indonesia (Formalindo) dan dua orang fasilitator yang selama ini giat mengembangkan gerakan literasi digital di sekolah Dr Yeni Rangkuti M.Pd dan Lia Windari S.Pd M.Pd.

 

Kepada awak media Agus Marwan menyampaikan bahwa selama dua hari pelatihan para peserta dibekali dengan perspektif literasi digital sekolah dan berbagai materi terkait dengan pengembangan konten literasi digital, penggunaan berbagai aplikasi digital untuk pembelajaran, dan merancang pembelajaran online.

“Dengan pelatihan ini kita akan membantu guru untuk memahami program literasi digital sekolah, kemudian terampil membuat koten-konten pembelajaran berbasis digital, dan guru dapat mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran di sekolah”, ungkap Agus Marwan koordinator Tim Pelatih Literasi Digital.

Pasca pelatihan, setiap guru yang mengikuti pelatihan wajib mengirimkan produk-produk literasi digital ke “kantong karya” yang disediakan oleh tim fasilitator. Secara periodik kepsek akan memantau hasil penerapan pelatihan.

“Kami akan memonitoring hasil pelatihan ini secara periodik, dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru, sehingga kami bisa menentukan langkah untuk pengembangan program”, ungkap Eriza.

SD Swasta Model Al-Azhar merupakan sekolah unggulan di Kota Medan yang konsern dengan peningkatan mutu pendidikan. Saat ini SD Al-Azhar terpilih sebagai salah satu sekolah Penggerak di Indonesia. Sekolah penggerak merupakan program Kemendikbud dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.

(MM-01)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button