
JAKARTA, Matakompas.com – Standar keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Chef Agung Suci Nurhadi menegaskan bahwa seluruh dapur MBG harus memenuhi standar keamanan pangan melalui sertifikasi sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Menurutnya, keberhasilan program nasional ini tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga harus menjamin keamanan setiap makanan yang disajikan. Pandangan tersebut disampaikan Agung Suci Nurhadi kepada Presidium Gibranholic.
Ia menilai aspek keamanan pangan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan MBG, sehingga tidak boleh dipandang sebagai pelengkap administrasi semata.
Sebagai chef yang telah berkiprah di berbagai negara dan menjadi pembicara pada konferensi internasional di Manila, Agung menilai Indonesia perlu menerapkan standar yang setara dengan praktik terbaik dunia.
Dikatakan, sertifikasi keamanan pangan merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan, berjalan sesuai standar.
“Program MBG menyasar jutaan penerima manfaat. Karena itu, setiap dapur wajib memiliki sistem keamanan pangan yang terstandar. Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan bagi masyarakat,” tegasnya.
Agung juga menilai pengalaman praktisi kuliner dan ahli keamanan pangan perlu lebih banyak dilibatkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyusun maupun mengevaluasi standar operasional dapur MBG.
Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan pengawasan di lapangan.
Masukan yang disampaikan kepada Presidium Gibranholic ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi BGN dalam memperkuat sistem keamanan pangan nasional.
Dengan standar yang ketat dan penerapan sertifikasi yang konsisten, MBG diharapkan tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga makanan yang aman, higienis, dan memenuhi standar mutu bagi seluruh penerima manfaat. (Red).
