Endang Purwanti Soroti Standar Air di MBG: Jangan Sampai Makanan Bergizi Diolah dengan Air Berkualitas Buruk.

JAKARTA, Matakompas.com – Standar air yang digunakan dalam pengolahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan dalam diskusi bersama Gibranholic.

 

Endang Purwanti menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari menu dan kandungan gizi, tetapi juga dari kualitas air yang digunakan selama proses pengolahan.

 

Menurut Endang, penggunaan air dengan kandungan besi yang tinggi berpotensi memengaruhi kualitas makanan.

 

Karena itu, ia mendorong agar dapur-dapur MBG menggunakan air hasil pemurnian Reverse Osmosis (RO) atau air yang memenuhi standar mutu untuk menjamin keamanan pangan.

 

“Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi justru mengabaikan aspek paling mendasar, yaitu kualitas air. Makanan bergizi harus diolah dengan air yang benar-benar bersih,” tegasnya dalam diskusi bersama Gibranholic.

Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur dapur MBG di berbagai daerah.

 

Apakah seluruh penyelenggara telah memiliki akses terhadap air yang memenuhi standar? Jika belum, bagaimana mekanisme pengawasan kualitas air yang digunakan?

Pengamat menilai, keberhasilan MBG tidak cukup hanya bergantung pada anggaran dan distribusi bahan pangan.

 

Pengawasan terhadap sanitasi, higienitas dapur, serta kualitas air merupakan faktor yang tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan para penerima manfaat.

 

Desakan Endang menjadi pengingat bahwa program sebesar MBG membutuhkan standar operasional yang ketat dan pengawasan yang konsisten.

 

Tanpa itu, tujuan menghadirkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi berisiko tidak tercapai secara optimal. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *