Wakili Ketua DPRD Bali, Agung Suyoga: Pelestarian Mangrove Harus Menjadi Gerakan Bersama Demi Masa Depan Bali

DENPASAR – Mewakili Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Agung Suyoga, menghadiri aksi penanaman mangrove yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat bersama Gubernur Bali Wayan Koster di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi kawasan pesisir dan penguatan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.
Aksi penanaman mangrove merupakan bagian dari dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam mempercepat pemulihan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi dan bencana lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Anak Agung Gede Agung Suyoga menegaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Komitmen menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, hingga menjadi rumah bagi berbagai makhluk hidup,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan hutan mangrove saat ini tidak hanya bernilai dari sisi ekologis, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang semakin strategis. Mangrove mampu menyimpan dan menyerap karbon hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan tertentu sehingga berpotensi menjadi bagian dari perdagangan karbon di pasar karbon global. Selain itu, kawasan mangrove juga dapat dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari yang mengedepankan edukasi dan pelestarian lingkungan.
“Potensi ekonomi mangrove sangat besar. Selain sebagai penyerap karbon yang bernilai tinggi, kawasan ini juga dapat dikembangkan menjadi ekowisata berbasis edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam,” katanya.
Agung Suyoga juga menekankan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi seluruh elemen bangsa dinilai menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan yang lestari demi masa depan Bali yang lebih baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan antara manusia dan alam harus terus menjadi pedoman dalam setiap proses pembangunan.
“Bali mengenal konsep keseimbangan. Ketika kita memanfaatkan alam sebagai potensi, maka menjadi kewajiban kita pula untuk melindungi alam itu agar keberlanjutannya tetap terjaga,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, perwakilan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Danrem 163/Wira Satya, Kepala BIN Daerah Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, jajaran TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta berbagai komunitas pecinta lingkungan yang bersama-sama melakukan penanaman mangrove sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam Bali.




