
SURABAYA, Matakompas.com – 6 Juli 2026, Lembaga Intelektual GibranHolic Republik Indonesia (Lembaga Intelektual Berbasis Massa) melalui lembaga sayapnya yang digagas oleh Dr. Agustinus Daluri salah satu cendikiawan Gibranholic RI yaitu Perhimpunan Praktisi Pengendalian Limbah dan Sampah Indonesia (P3LSI) terus berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Untuk mewujudkan hal tersebut, GibranHolic RI melalui P3LSI-nya meluncurkan program unggulan bernama TeLo, singkatan dari Terong dan Lombok.
Program ini tampak sederhana, namun menyimpan dampak yang sangat luas bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Program TeLo
Program ini dirancang untuk:
✅ Menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan indah dipandang
✅ Membentuk identitas kampung yang peduli terhadap lingkungan
✅ Memberikan nilai ekonomi bagi warga
✅ Mengurangi biaya belanja kebutuhan dapur, mengingat terong dan lombok adalah bahan pangan yang selalu dibutuhkan sehari-hari
Kandungan dan Manfaat Terong serta Lombok.
Terong (Solanum melongena)
Asal dari India dan Sri Lanka, terong mengandung kalori rendah, protein, serat, asam folat, kalium, mangan, vitamin C, K, zat besi, dan magnesium. Selain lezat diolah menjadi sayur lodeh, penyetan, atau lalapan, terong bermanfaat untuk:
– Menjaga kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah
– Mencegah kanker, melindungi otak, dan melawan radikal bebas
– Menjaga gula darah, kolesterol, serta kesehatan pencernaan
– Menjaga kepadatan tulang dan kesehatan mata.

Lombok/Cabai (Capsicum annuum & Capsicum frutescens)
Kaya akan antioksidan seperti kapsaisin, karotenoid, serta vitamin A, B6, C dan kalium.
Sebagai bumbu utama masakan sehari-hari, termasuk kuliner khas Padang, lombok juga bermanfaat untuk:
– Meredakan nyeri, mendukung penurunan berat badan, dan detoksifikasi
– Menjaga kesehatan jantung dan mencegah risiko kanker usus besar
– Melancarkan pernapasan dan melindungi lambung.
Dengan menanam sendiri, masyarakat dapat hidup lebih sehat, menghemat biaya pengobatan, dan terhindar dari lonjakan harga bahan pokok—seperti saat harga lombok pernah mencapai Rp 125.000 per kilogram yang sangat memberatkan ekonomi warga.
Sasaran, Target, dan Kerja Sama
Program TeLo ditujukan bagi masyarakat yang peduli lingkungan, membutuhkan tambahan penghasilan, dan bersedia merawat tanaman.
Sasaran utamanya meliputi kampung, perumahan, sekolah, serta instansi pemerintahan dan perkantoran.
Progam ini adalah ujud nyata dari Lembaga GibranHolic RI untuk membantu program pemerintahan Prabowo – Gibran untuk menjaga lingkungan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia karena sudah berjalan dan Dalam pelaksanaannya telah berhasil, karena itu lembaga GibranHolic RI melalu sayap lembaganya yaitu P3LSI telah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Surabaya, pihak Kelurahan, RT/RW, kelompok masyarakat seperti PKK dan Dasa Wisma, serta lembaga pendidikan dan perkantoran.
Perlengkapan dan Rencana Anggaran
Saat menjalankan program ini telah dibutuhkan media tanam, bibit terong dan lombok, alat pertanian sederhana, serta bahan pendukung lainnya.
Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 8.369.000, yang terdiri dari biaya pembibitan sebesar Rp 1.024.000 dan biaya pembesaran serta pendukung lain sebesar Rp 7.345.000.

Penutup.
Program TeLo diharapkan dapat diikuti oleh kampung-kampung lain diseluruh Nusantara, sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan berwarna saat tanaman mulai berbuah.
Terong dipilih karena mudah tumbuh dan dapat dipangkas untuk menumbuhkan tunas baru, sehingga terus berproduksi.
Program sederhana yang disebut dengan TeLo ini, menjadi salah satu dari beberapa rizet dan inovasi unggulan Lembaga Intelektual GibranHolic Republik Indonesia yang menjadi langkah nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Red).
Penulis: Dr. Agustinus Daluri (Team Intelektual GibranHolic RI).
