Patung Sabdo Palon Disebut Tonggak Peradaban Bali, Generasi Muda Diajak Jaga Warisan Leluhur

BADUNG – Groundbreaking pembangunan Patung SabdonbPalon yang digagas Yayasan Sabdo Palon Nusantara mendapat apresiasi luas dari berbagai tokoh budaya dan spiritual di Bali.
Untuk itu, Ketua Yayasan Perpustakaan Maharishi Markandeya MMR Puneet Malhotra menyampaikan ucapan selamat kepada Yayasan Sabdo Palon Nusantara dan Ida Bagus Dharmika (Gus Marhaen) atas dimulainya pembangunan patung yang disebut-sebut akan menjadi salah satu patung terbesar di dunia tersebut.
Menurutnya, pembangunan Patung Sabdo Palon bukan sekadar proyek monumental, melainkan simbol penting bagi penguatan nilai kebangsaan, budaya, spiritualitas, serta pesan perdamaian dari Nusantara untuk dunia internasional.
Momentum groundbreaking ini dinilai menjadi tonggak sejarah yang dapat menginspirasi generasi muda untuk menjaga identitas bangsa dan menghormati warisan leluhur.
“Kepada generasi muda Indonesia, kami berpesan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui teknologi dan ekonomi, tetapi juga melalui pemahaman terhadap sejarah, budaya, nilai luhur, dan kearifan para leluhur. Generasi muda harus menjadi pelopor persatuan, penjaga budaya, serta penerus cita-cita luhur bangsa Indonesia,” kata Ketua Yayasan Perpustakaan Maharishi Markandeya MMR Puneet Malhotra, saat dikonfirmasi di lokasi Groundbreaking, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu, 6 Juni 2026.
Semangat besar yang muncul dari pembangunan Patung Sabdo Palon juga disebut memberikan inspirasi baru bagi Yayasan Perpustakaan Maharishi Markandeya untuk menyiapkan gagasan pembangunan Monumen Maharishi Markandeya di Bali pada masa mendatang.
Tak hanya itu, Puneet Malhotra menjelaskan bahwa Maharishi Markandeya memiliki posisi penting dalam sejarah spiritual dan peradaban Bali. Tokoh suci tersebut dikenal sebagai sosok yang meletakkan dasar nilai dharma, keharmonisan alam, spiritualitas, dan tata kehidupan masyarakat Bali yang masih diwariskan hingga kini.
Oleh karena itu, pihaknya berharap Bali ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan pendidikan karakter berbasis budaya serta spiritualitas.
Menurutnya, Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perdamaian dunia yang mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat internasional melalui nilai-nilai luhur warisan leluhur Nusantara.
“Semoga seluruh proses pembangunan Patung Sabdo Palon berjalan lancar, mendapatkan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” pungkasnya.




