
DENPASAR, Matakompas.com – Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali angkat suara menyikapi kericuhan aksi unjuk rasa yang terjadi di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (30/8) kemarin. Ketua FKPEN Bali, A.A. Bagus Ngurah Agung, menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat harus tetap dilakukan sesuai aturan hukum dan tidak boleh berubah menjadi tindakan anarkisme.
“Kami menghargai aspirasi masyarakat, tapi jangan sampai keluar dari koridor hukum dan merusak kedamaian Bali,” ujarnya di Denpasar, Minggu (31/8) malam.
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah tokoh paguyuban etnis di Bali, antara lain penasehat Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Yosep Yulius Diaz yang akrab disapa Yusdi Diaz, Ketua FKPEN Bali Anak Agung Bagus Ngurah Agung, Ketua Ikatan Keluarga Batak Bali (IKBB) Pontas Simamora, Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) Anton Wahyudi, Ketua Perhimpunan Tionghoa Bali (INTI) Putu Agung Prianta, Ketua Umum Flobamora Bali Umbu Billy, dan Ketua Badan Musyawarah Urang Sunda (BAMUS Bali) Agus Samijaya yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara Bali (FKPEN Bali). Mereka sepakat untuk bersama-sama menyerukan imbauan sebagai berikut:
1. FKPEN Bali menghargai hak menyampaikan aspirasi, tetapi tetap taat aturan dan dalam ketentuan hukum yang berlaku.
2. FKPEN Bali menolak segala bentuk anarkisme, vandalisme, dan provokasi dalam aksi unjuk rasa.
3. Menghimbau kepada aparat keamanan untuk bersikap bijak dan profesional dan proforsional dalam menyikapi aksi-aksi demo yang terjadi.
4. Menghimbau masyarakat Bali yang multi etnis agar tidak terpancing isu SARA.
5. Orang tua diminta mengawasi anak-anaknya agar tidak ikut dalam aksi yang berpotensi ricuh.
Ngurah Agung menekankan, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan bersama. “Bali adalah rumah kita yang multi-etnis. Jangan biarkan ada pihak yang memecah belah dengan isu-isu sensitif,” tegasnya.
FKPEN berharap semua pihak dapat menahan diri, termasuk aparat keamanan, mahasiswa, hingga masyarakat luas, agar Pulau Dewata tetap damai dan kondusif. (Van/Red)