Daerah

Bupati Tabanan Hadiri Padiksan IB. Ketut Artawa di Grya Jumpung Sesandan

TABANAN, Matakompas.com | Sebagai wujud apresiasi, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri upacara Rsi Yadnya (Madiksa) Ida Bagus Ketut Artawa, SE dan Ida Ayu Putu Tirta Wati, yang bertempat di Griya Jumpung, Banjar Sandan Lebah, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan, Selasa, (12/7).

Dalam upacara yang juga dihadiri oleh para Sulinggih, salah satu anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat tersebut, dilaksanakan sesuai dengan sastra. Dimana, puncak karya akan dilaksanakan pada rahina Buda Kliwon wuku Pahang, Rabu, 13 Juli 2022.

Begitu pentingnya acara ini, walaupun kondisi Bupati Sanjaya saat ini tidak fit, namun tetap hadir, karena sangat mengapresiasi dan menghormari upacara Rsi Yadnya Padiksan ini. “Dan masih terasa jelas di ingatan, bahwa waktu pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Grya ini saya jadikan salah satu tempat kampanye dalam pemilihan. Grya Jumpung memiliki sejarah dalam mendukung tiang hingga jadi Bupati,” ujar Sanjaya saat itu.

Untuk itu, Sanjaya juga mengungkapkan kebanggaannya karena bisa turut berpartisipasi dan menyaksikan upacara Padiksan yang sakral ini dengan undangan lainnya. Pada intinya dijelaskan, Pemkab Tabanan sanagat mengapresiasi dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas upacara ini yang sangat sesuai dengan visi misi baik provinsi Bali maupun Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Dimana dalam visi tersebut ada 6 (enam) kerthi yang wajib dilestarikan bersama bagaimana agar menjaga keharmonisan baik sesama krama, dengan alam lingkungan serta budaya Bali. Ada tiga hal penting yang harus dijaga secara sekala dan niskala. Poin tersebut diantaranya, Wana Kerthi, Jana Kerthi, Danhu Kerthi Segara Kerthi, Buwana Kerti, dimana upacara Pediksan ini ada dalam Jana Kerthi.

Jana kerthi ini menurut Sanjaya sangat penting karena semua memiliki proses dan tahapan. Sanjaya juga minta kepada sang Medwijati agar nanti setelah menyandang sebagai Sulinggih agar wajib menghormati dan melaksanakan dresta apapun konsekuensinya. “Jadi inilah harapan titiang harus ada regenerasi, dimana Grya menjadi pusat pendidikan spiritiual. Di Gryalah tempat kita untuk memohon, minta penunjuk, minta keterangan terkait spiritual,” imbuh Sanjaya.

Di Bali, khususnya di Tabanan, sudah umum dan erat sekali hubungan masyarakat dengan Grya, terkait memohon petunjuk terkait upacara Yadnya ke Grya ataupun ke Sulinggih yang sudah medwijati. “Maka dari itu, saya minta kepada Ratu Peranda dan seluruh pihak di Grya Jumpung apalagi di era milenial ini agar Grya ini tetap menjadi pusat menimba ilmu spiritual dan harus terus up to date tanpa meninggalkan tradisi dan budaya, sehingga sesuai dengan keadaan masyarakat saat ini,” tambah Sanjaya.

 

Manggala Karya Ida Bagus Kade Pawitra, mewakili pihak keluarga, mengucapkan selamat datang sekaligus terimakasih atas kehadiran serta apresiasi dari Bupati beserta jajaran yang turut menyaksikan upacara ini. Besar harapan pihaknya agar upacara ini berjalan dengan lancar serta tidak ada halangan apapun, sesuai dengan apa yang telah direncanakan. (Iskandar/red).

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button